Blogroll

Rabu, 30 April 2014

Sekilas tentang JILBAB :)

Trend Jilbab sudah terkenal dikota-kota tertua di Dunia, seperti Mesopotania, Babilonia, dan asyiria. Jilbab adalah trend busana yang sifatnya universal, lintas budaya, lintas agama, bahkan lintas generasi. Jilbab telah dikenal dari era sebelum masehi hingga era millennium. Dari masyarakat tradisional hingga modern. Artinya Jilbab bukan hanya milik masyarakat Islam saja, tapi harus jadi peradaban Dunia yang perlu dihargai dan dilestarikan perkembangannya.

Memakai Jilbab itu karena kita cinta sama Allah SWT ! wanita itu diciptakan Allah sebagai perhiasan dari ujung rambut hingga kaki, rahmat pemberian Allah ini harus dijaga dan disyukuri denmgan baik. Tubuh, pikiran, dan hati kita ini amanat Allah. Karena itu harus digunakan sesuai kehendak yang mengamanatkan-Nya, jangan diselewengkan apalagi di Tuhankan. Selain jilbab perintah Allah dalam Al-Qur’an, ternyata manfaat berjilbab membuat hati kita lebih tenang dan damai. Nggak ada laki-laki yang usil, juga keamanan diri kita lebih terjaga. Dalam bersosialisasi pun terasa lebih nyaman, bahkan kecantikan yang sesungguhnya ada di dalam hati dan pikiran.

Wanita berjilbab itu ibarat masakan yang ditutup tutup saji, sedangkan yang tidak berjilbab, ibarat masakan di pinggir jalan yang dikerumuni lalat.

Dalam lingkup social, jilbab adalah wujud expresi artistic seseorang. Dalam pakain tersebut, tersimpan pesan-peasn ideologis sebagai bentuk perlawanan social.

Jilbab dalam lingkup politik bukan sekedar kewajiban keagamaan. Disana ada fashion, dagangan politik, persaingan bisnis, komersalisme, sentiment keagamaan, hingga diskriminasi. Politisi jilbab, dalam aturan yang memaksa. Baik falam bentuk melarang, atau mewajibkan harus disertai dengan pemahaman tentang manfaat memakai jilbab. Bukan sekedar aturan agama, tapi hakikat pakaian jilbab itu sendiri. Sehingga ketika kesadaran masyarakat telah muncul untuk berjilbab, aturan yang dibuat pemerintah tidak diperlukan lagi.

Factor external yang mempengaruhi wanita berjilbab :
1.    Rasa aman. Ternyata jilbab memberikan keamanan dan ketenangan bagi yang memakainya. Dengan jilbab, wanita lebih terjaga dari tindakan asusila.
2.     Kesan feminim dan sopan.
3.     Menjauhkan diri dari gunjingan dan fitnah orang-orang yang melihatnya.

      Faktor Internal yang mempengaruhi wanita berjilbab :
1.      Tradisi. Memakai jilbab karena tradisi yang dianut kampunya.
2.      Keluarga. Memakai jilbab karena paksaan orang tua, seandainya ia melepas jilbabnya, ia akan mendapat hukuman keras dari orang tuanya.
3.      Kesadaran diri sendiri.
4.      Pengaruh usia. Ini motivasi para wanita yang telah uzur, disaat fisiknya tidak lagi menarik. Disaat tubuhnya tidak layak lagi dipertontonkan, disitulah keinginan menggunakan muncul.

Tiga factor yang dijadikan wanita Indonesia berjilbab :
1.      Alasan Teologis. Ketentuan dalam Al-Qur’an.
2.      Alasan Psikologis. Factor kebiasaan dan kenyamanan.
3.      Alasan Modis. Jilbab seperti ini dipakai untuk menjawab perkembangan zaman.

Dalam Lingkup Budaya. Hakikat jilbab yang sesungguhnya dalah keindahan. Nilai estetik yang terpancar dari wanita yang menutup aurat adalah hakikat jilbab. Coba bayangkan!  Lukisan Leonardo Da Vinci, bandingkan dengan gambar wanita telanjang yang terpampang di Majalah Playboy. Keindahan dalam lukisan Leonardo lebih abadi, dibandingkan Majalah Playboy yang sesaat menarik karena membuat horny, kalau tidak horny gambar tersebut berubah menjadi menjijikkan.

Jilbab adalah pakaian wanita Islam yang bukan sekedar symbol, jilbab adalah pemahaman dan proses.
Jilbab memiliki 3 wilayah besar yang harus ditutupi:
1.      Wilayah rambut hingga leher.
2.      Wilayah dada hingga perut.
3.      Wilayah pinggang hingga kaki.

Menutup aurat adalah bentuk menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah pada kaum Hawa .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar